Dioksin – Furan

Istilah dioksin lebih sering digunakan dan mengacu kepada 75 kongener dari poly-chlorinated dibenzo-p-dioxins (PCDD) dan 135 bentuk dari polychlorinated dibenzofurans (PCDF). Polychlorinated dibenzo-p-dioksin (PCDD) dan polychlorinated dibenzofuran (PCDF) merupakan kontaminan yang terdeteksi dalam hampir semua kompartemen di dalam ekosistem global dalam jumlah yang sangat kecil. Senyawa-senyawa ini dikategorikan ke dalam partikel yang menimbulkan pengaruh yang cukup signifikan bagi lingkungan. PCDD/PCDF tidak pernah diproduksi dengan sengaja. Keduanya terbentuk sebagai produk sampingan dari sejumlah industri dan proses pembakaran.

Senyawa PCDD/PCDF sangatberbahaya, selain  senyawa kimia yang lainnya yang juga berpengaruh pada lingkungan yaitu polychlorinated biphenyls (PCB), polychlorinated naphthalenes (PCN), dan polychlorinated pesticides seperti DDT, pentachlorophenol (PCP) atau yang lainnya.
strukturdioksin

Gambar 1. struktur PCDD

Sifat fisika dan kimia dioksin dan furan yang dapat dihitung atau dikendalikan:

  1. Tekanan uap rendah (rentang dari 4.010– 8 mm Hg untuk  2,3,7,8-Cl4DF sampai 8.2X10–1 3 mm Hg untuk  Cl8DD)
  2. Kelarutan yang sangat rendah dalam air (rentang dari 419 ng L–1 for 2,3,7,8-Cl4DF,  7.9 dan 19.3 ng L–1 untuk 2,3,7,8-Cl4DD sampai 0.074 ng L–1);
  3. Solubilitas dalam material organik atau matriks lemak (Nilai log Koc untuk 2,3,7,8- Cl4DD ada di antara 6.4 dan 7.6)

Kemungkinan terjadinya paparan PCDD/PCDF terhadap manusia bisa melalui beberapa cara, di antaranya sebagai berikut:

  1. Melalui saluran pernapasan, penghirupan udara, dan menghirup partikel dari udara.
  2. Melalui saluran pencernaan secara tidak langsung dari tanah yang terkontaminasi
  3. Melalui penyerapan oleh permukaan kulit
  4. Konsumsi pangan

Pada tahun 1990, tim kerja WHO menyimpulkan bahwa 90% pemasukan dioksin harian ke dalam tubuh adalah dari saluran pencernaan. Pada khususnya, makanan yang berasal dari ternak bertanggung jawab atas pemasukan harian sekitar 2pg TEQ/(kg bw.d). Semua bahan makanan khususnya yang bersifat non-lemak, adalah senyawa minor yang sangat penting dalam proses pemasukan PCDD/PCDF.

Bagaimana kadar dalam pembakaran dengan incinerator ?

Insinerasi sampah dianggap menjadi sumber utama emisi PCDD/PCDF ke dalam lingkungan. Sehingga banyak Negara memberlakukan pelarangan pembakaran sampah. Protocol POPs (Persistent Organic Pollutants) di bawah naungan konvensi United Nations Economic Commission for Europe (UN-ECE) pada Long-range Transboundary Air Pollution (LRTAP) menetapkan nilai batas emisi dioksin dan furan adalah :

  • 0.1 ng I-TEQ/m3 untuk instalasi pembakaran sampah padat lebih dari 3 ton/jam,
  • 0.5 ng I-TEQ/m3 untuk instalasi pembakaran limbah rumah sakit lebih dari 1 ton/jam,
  • 0.2 ng I-TEQ/m3 untuk instalasi pembakaran limbah B3 lebih dari 1 ton/jam.

 

Sumber : http://www.kelair.bppt.go.id/sib3pop/POPs/DioksinFuran/dioksinfuran.htm

 

Bagaimana dengan batasan pada incinerator LB3 di Indonesia ?

Pada salah satu izin perusahaan pengolahan limbah medis di Indonesia berkapasitas 500 kg/jam adalah 0.1 ng I-TEQ/m3

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s